Oleh: Bambang Sudrajat | 9 September 2009

KTSP

ANALISIS KONTEKS

ANALISIS STANDAR ISI (SI)

NO

ASPEK/KOMPONEN

INDIKATOR

KONDISI (SAAT INI)

UPAYA PENCAPAIAN

1.

KTSP
  1. Silabus sebagai lampiran KTSP dikembangkan melalui pengkajian SK dan KD sebagaimana tercantum dalam standar isi
  2. Penyusunan RPP yang disesuaikan dengan pengembangan metode Pembelajaran yang sesuai kondisi dan situasi lingkungan yang ada
  3. Belum dilaksanakan pengkajian oleh guru/mgmps terhadap SI, SK, dan KD dalam mengembangkan Silabus
  1. Penyusunan RPP masih belum menggunakan metode pembelajaran yang sesuai kondisi dan situasi pembelajaran
  2. Mengadakan IHT /Workshop dan  kegiatan lain untuk meningkatkan kemampuan guru mengkaji SK-KD mata pelajaran dan membuat pemetaan Isi
  3. Melaksanakan Penyusunan RPP yang telah dipelajari dan dilaksanakan sesuai yang dibuat

ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

NO

ASPEK/KOMPONEN

INDIKATOR

KONDISI (SAAT INI)

UPAYA PENCAPAIAN

1.

SKL Satuan Pendidikan, SKL Mata Pelajaran
  1. Satuan Pendidikan memiliki Permendiknas No.23 Tahun 2006
  2. Stakeholders memahami tentang SKL Satuan Pendidikan
    1. Satuan pendidikan memiliki Permen diknas No. 23 tahun 2006 dalam bentuk softcopy
    2. Baru sebagian kecil stakeholders memahami tentang SKL satuan pendidikan
    3. Print-out Permendiknas No.23 tahun 2006
    4. Diadakan sosialisasi Permendiknas No.23 tahun 2006 kepada seluruh stakeholder

ANALISIS STANDAR PENILAIAN

NO

ASPEK/KOMPONEN

INDIKATOR

KONDISI (SAAT INI)

UPAYA PENCAPAIAN

1.

Perangkat penilaian 1.  Guru membuat alat penilaian sesuai dengan indikator

2.  Guru membuat butir-butir soal evaluasi mencakup tiga aspek baik kognitif, apektif maupun psikomotor

3.  Menentukan KKM setiap matapelajaran sesuai dengan kompleksitas, intake dan daya dukung

1.  Guru membuat alat penilaian tidak sesuai dengan indikator yang diminta

2.  Butir-butir soal hanya memiliki satu aspek yaitu kognitif saja

  1. KKM telah dibuat oleh mgmp sekolah sesuai ketentuan
    1. Menyelenggarakan pelatihan teknik penilaian

2.

Pelaksanaan penilaian 1.  Guru dalam melaksanakan evaluasi seharusnya menggunakan buku satuan   penilaian secara tertulis.
  1. Guru tidak menggunakan buku satuan penilaian
    1. Melaksanakan MGMP Sekolah dengan materi berbagai rubric penilaian

3.

Hasil penilaian 1.  Guru  melaksanakan analisis hasil penilaian baik Analisis Hasil Belajar maupun Analisis Butir Soal

  1. Semua  guru melakukan remedial bagi siswa yang belum tuntas
  2. Semua  guru melakukan pengayaan bagi sisiwa yang tuntas tetapi belum mencapai nilai KKM
  3. Tersusunnya Bank Soal di bagian kurikulum yang dikumpulkan dari setiap guru mata Pelajaran
  4. Guru belum semuanya melaksanakan analisis hasil penilaian
  1. Sebagian besar guru belum melakukan remedial bagi siswa yang belum tuntas
  2. Sebagian besar guru tidak melakukan pengayaan bagi siswa yang tuntas tetapi belum mencapai nilai KKM
  3. Belum Tersusunnya Bank Soal yang telah  dianalisis
    1. Melaksanakan bimbingan teknis  analisis hasil belajar baik Analisis Hasil Belajar maupun Analisis Butir Soal yang berbasis IT
    2. Sosialisasi program remedial dan pengayaan serta disediakan format-formatnya
    3. Melaksanakan remedial
    4. Mengumpulkan soal yang telah dianalisis

ANALISIS STANDAR PROSES

NO

ASPEK/KOMPONEN

INDIKATOR

KONDISI (SAAT INI)

UPAYA PENCAPAIAN

1.

Penyiapan  perencanaan pembelajaran Guru membuat silabus dan RPP sendiri atau melalui MGMP Sekolah Tidak seluruh guru membuat sendiri Silabus dan RPP hasil sendiri Mengaktifkan kegiatan MGMP Sekolah dalam membuat RPP dan Silabus

2.

Pelaksanaan proses pembelajaran Pelaksanaan KBM yang dilaksanakan yang berkualitas menggunakan metode dan pendekatan yang sesuai peserta didik dan berdasarkan RPP yang dibua Pelaksanaan KBM belum dilakukan menggunakan metode dan pendekatan yang sesuai kondisi kelas yang ada sesuai RPP yang dibuat Mengaktifkan kegiatan MGMP Sekolah dalam membuat perencanaan  kegiatan pembelajaran  serta mengaktifkan team teaching

3.

Penilaian Hasil Belajar 100 % siswa Dapat mencapai KKM yang ditentukan Pencapaian hasil belajar masih dibawah 100 % yang mecapai KKM Penyusunan materi penilaian yang tepat sesuai dengan proses yang dilakukan dan kemampuan yang dimiliki siswa

4.

Pengawasan pembelajaran Pengawasan yang mampu dilakukan sesuai ketentuan dan jadual yang ditentukan Pengawasan oleh kepala sekolah dan petugas yang ditunjuk belum efektif dapat dilaksanakan Pelaksaann pengawasan yang lebih efektif dengan pendelegasian kepada masing-masing  koordinator MGMP sekolah

ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KEKUATAN

KELEMAHAN

KESIAPAN

1.

Peserta didik
  1. 100% siswa memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik (aktif dan Pasif)
  2. 100% memiliki pemahaman Matematika – IPA dalam bahasa Inggris di atas rata-rata (7,0)
  3. Siswa dapat memanfaatkan dunia maya pada internet untuk memperluas cakrawala pemikiran.
  4. Kebutuhan siswa dapat dukungan suport  yang penuh dari orang tua
    1. Siswa memiliki tingkat IQ lebih dari normal
    2. Siswa lebih dari 70% memilliki kreatifitas dan semangat yang tinggi dilihat dari hasil karya siswa.
    3. Siswa lebih dari 60 % memiliki semangat dalam mengikuti proses belajar
    4. 80% domisili siswa dapat dijangkau dengan transportasi dalam waktu 10 menit
    5. 70%  siswa menguasai bahasa Inggris aktif dan pasif
  1. 50 % siswa memiliki pemahaman MIPA   diatas rata-rata (7,0)
  2. Belum semua orang tua yang mampu mendukung seluruh keperluan dan kebutuhan belajar siswa
  1. Melalui Kegiatan English Club siswa disiapkan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik ( aktif dan Pasif)
  2. Siswa siap diarahkan untk melaksanakan pembelajaran bilingual dan sekolah standar Internasional

2

Orang tua 1. Perekonomian orang tua siswa ≥ 3 juta.

Tingkat kepedulian orang tua siswa terhadap pendidikan  yang tinggi

1. 80% orang tua siswa adalah  berpenghasilan > 2.5 Juta

2. Tingkat kepedulian orang tua siswa terhadap pendidikan  yang tinggi

1. 30% orang tua siswa kurang memotivasi anaknya untuk belajar

2. 40% orang tua siswa terlalu sibuk dengan  kesibukannya

1. Sosialisasi tentang kerjasama sekolah dan orang tua dalam memajukan pendidikan anak

3.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  1. 80% guru memiliki Kualifikasi pendidikan S1  relevan dengan mata pelajaran yang diampu.
  2. 20% guru memiliki kwalifikasi pendidikan S2.
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang  baik aktif ataupun pasif. Ditandai dengan hasil skor TOEFL diatas 450
  4. Memahami KTSP beserta strategi dan metode pembelajaran yang mendukung keterlaksanaan KTSP di sekolah. Misalnya pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
  5. Memahami dan menerapkan  berbagai Model Pembelajaran.
  6. Guru mampu mengoperasikan komputer   Microsoft  Office (Ms. Word, M. Excel, Ms. Power  Point, Ms. Access) serta dapat melaksanakan pembeajaran dengan media IT
  7. Guru dapat memanfaatkan dunia maya pada internet untuk memperluas cakrawala pemikiran.
    1. 95% guru memiliki Kualifikasi pendidikan S1  relevan dengan mapel yang diampu
    2. 5% guru memiliki kwalifikasi pendidikan S2.
    3. 30 % guru telah bersertifikasi
  1. Guru memiliki program pembelajaran
  1. Guru telah memiliki kesadaran yang tinggi dalam melaksanakan tugas yang diberikan
  1. Guru aktif dalam MGMP Sekolah maupun Kota
  1. Memiliki kemauan yang tinggi untuk belajar menguasai kemampuan yang belum dimiliki seperti kemampuan bahasa yang tidak merata seta kemampuan menguasai teknologi informasi dan komputer.
1. 80% guru belum menggunakan model pembelajaran yang tepat

2.  60% guru belum memahami betul model2 pembelajaran

3. Sebagian besar belum mampu mengguakan computer dan media IT

4. Kemampuan Guru dalam berbahasa Inggris 70% masih kurang baik

1. Melalui IHT atau semiloka tentang Model2 pembelajaran serta implementasinya

2. Melalui  kursus yang intensif dalam menguasai computer dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris

4.

Sarana dan prasarana 1. Memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan Permendiknas no 24/2006 tentang Sarana prasarana

2. Sarpras dalam kondisi sangat baik

1.. Sarana dan Prasarana yang tersedia sesuai dengan permendiknas no 24 thn 2006

2. Penyediaan Hot Spot Area dilingkungan Sekolah

1.Kurangnya tenaga teknisi  untuk perawatan.

2.  Biaya perawatan sarpras yang terbatas

3. Belum ada laboratorium matematika

Mengundang penyandang dana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana yang dimiliki.

5.

Biaya 1. Dana dari Pusat  mencukupi untuk operasional sekolah 1. Mengaktifan  pendapatan yang digali dari kemampuan yang  dimiliki

(penyewaan  kantin  dan Koperasi)

1. Kurang aktifnya Tim pemegang  program penggalian dana kemampuan mandiri 1. Mengaktifkan kembali program  penggalian dana

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN SATUAN PENDIDIKAN

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

PELUANG

ANCAMAN

KESIAPAN

1.

Komite Sekolah Dukungan dan kerjasama yang baik dan serasi antara komite dan seluruh stokeholder dalam memajukan sekolah. Terdapat komite yang mampu menyerap aspirasi seluruh stokeholder Tidak semua anggota komite aktif dan mampu melaksanakan tugasnya Adanya itikad yang kuat untuk mendukung dan mensukseskan seluruh program sekolah

2.

Dewan Pendidikan Dukungan dan kerjasama yang baik dan serasi antara Dewan dan seluruh stokeholder dalam memajukan sekolah dan pendidikan pada umumnya

Komunikasi yang baik dapat dirintis melalui berbagai sarana

Perhatian yang kurang karena banyaknya sekolah dan masalah pendidikan yang muncul

Adanya itikad yang kuat untuk mendukung dan mensukseskan seluruh program sekolah

3.

Dinas Pendidikan Kerjasama dan Perhatian yang baik  terhadap seluruh kegiatan serta kemajuan pendidikan dan kemajuan sekolah Perhatian yang besar dan positif terhadap sekolah dikarenakan posisi dan letak sekolah dengan dinas yang relative dekat sehingga komunikasi cukup inten dalam mengembangkan sekolah

Perhatian yang kurang karena banyaknya sekolah dan masalah pendidikan yang muncul

Adanya itikad yang kuat untuk mendukung dan mensukseskan seluruh program sekolah

4.

Asosiasi Profesi Kerjasama dalam meningkatkan kemampuan professional guru dan tenaga kependidikan Banyaknya asosiasi profesi yang dapat menyalurkan aspirasi guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kemampuan profesional

Guru yang kurang berminat dalam mengikuti kegiatan profesional

Adanya kegiatan yang dapat melaksanakan peningkatan profesional

5.

Dunia Usaha/Kerja Menyadari pentingnya kerjasama dengan sekolah dan bersedia  mempasilitasi sekolah dalam melakukan pembelajaran di luar sekolah

Banyaknya dunia kerja sekitar sekolah

Kurangnya respeknya dunia usaha /kerja dalam meningkatkan kerjasama dengan lembaga pendidikan

Adanya sosialisasi pemerintah terhadap dunia usaha/kerja dalam meningkatkan kemajuan lembaga pendidikan

6.

Sumber Daya Alam Sumber alam yang cukup kondusif dan bersahabat dalam melaksanakan pembelajaran

Letak sekolah di daerah aman dikota  yang relative jarang terjadi bencana

Mewaspadai bencana yang diakibatkan kelalaian manusia

Menjaga sumber daya alam dan lingkungan dari seluruh masyarakat sekitar sekolah

7.

Sosial Budaya Kehidupan sosial yang harmonis dan budaya masyarakat yang mendukung kehidupan sekolah dan pendidikan pada umumnya

Letak sekolah di daerah yang masyarakatnya baik dan sangat positif tentang pentingnya pendidikan

Pergaulan dan lingkungan yang kurang baik juga ada di sekeliling sekolah

Adanya kerjasama masyarakat dan sekolah mengawasi aktifitas peserta didik diluar sekolah

Oleh: Bambang Sudrajat | 28 Mei 2009

PENGURUS MGMP MATEMATIKA SMP 2009-2011

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas pendidikan Kota Bandung Nomor 800/2386-PSMP/2009 tentang Pembentukan dan Susunan Pengurus MGMP/MGP Tingkat SMP Kota Bandung Periode 2009-2011, ditetapkan Kepengurusan MGMP Matematika tingkat SMP Kota Bandung Periode 2009-2011, sebagai berikut :

Penasehat                                                          : 1. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung

2. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung

Pembina                                                             : 1. Kepala Bidang Pendidikan SMP

2. Kasubag Umum dan Kepegawaian

3. Kasi Kursisjian Bidang SMP

4. Pengawas Mata Pelajaran Matematika

5. Ketua MKKS/K3S

Penanggungjawab                                          :  1. Drs. H. Dradjat Sudradjat, M.MPd.

2. Drs. H. Tata Kusnadi

3. Asep Widayat Pranata, S.Pd.

4. Drs. Edi Priyadi

5. Nandi Suhendi, S.Pd.

6. Aep Saepudin, S.Pd.

7. A.D. Ariesmono, S.Pd.

Ketua                                                                   :  Drs. Ade Samsul Bahri

Sekretaris                                                          :  1. Drs. Asep Bangbang Sudarsono, M.Pd.

2. Bambang Sudrajat, S.Pd. M.MPd.

Bendahara                                                         :  1. Hj. Elin Karlina, S.Pd.

2. Hj. Tedja G.B, M.Pd.

Oleh: Bambang Sudrajat | 14 Februari 2009

PROBLEMATIKA MATEMATIKA

http://www.pendis.depag.go.id

DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM DEPAG RI

Matematika Masih Jadi Hambatan

BANDUNG, (PR).-
Matematika masih dianggap sebagai hantu yang menakutkan bagi siswa sehingga sering menjadi penghambat kelulusan siswa.

“Di sini seharusnya sekolah membenahi proses pembelajaran matematika terutama melalui pelatihan-pelatihan sesuai dengan standar kompetensi kelulusan,” ujar Sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Matematika Kota Bandung Bambang Suderajat, Kamis (5/2) di Bandung.

Namun, menurut Bambang, saat ini masih ada sejumlah sekolah yang kurang tersentuh informasi tentang standar kompetensi kelulusan (SKL). Bahkan memiliki guru matematika yang tidak berlatar belakang pendidikan bidang itu. Hal itu diduga menyebabkan tingkat kelulusan di sekolah-sekolah tersebut rendah.

Sekolah-sekolah tersebut, menurut dia, tersebar di sekitar SMPN 52 wilayah Punclut, Cibaduyut, dan Ujungberung. Sekolah-sekolah di wilayah itu kurang tersentuh informasi baik dari dinas (pendidikan) maupun internet yang memuat SKL

Sebagai upaya pemerataan kelulusan, MGMP Matematika Kota Bandung sejak empat tahun lalu memberikan soal-soal persiapan persiapan ujian nasional.

“Kami berupaya memberikan soal yang bisa dijadikan latihan untuk semua siswa di SMP se-Kota Bandung. Memang dari kajian kami, soal yang diberikan dalam persiapan ini hampir sama dengan soal yang sebenarnya. Hanya berbeda angka-angkanya. Namun, ya itu tadi, kembali lagi kepada sekolah dalam memberikan pelatihan dan pemantapan,” kata dia. Distribusi soal tersebut terpusat di lima sekolah di Bandung, yaitu SMPN 34, SMPN 4, SMPN 2, SMPN 30, dan SMP PGII.

Anggota MGMP SMP Matematika sekaligus penanggung jawab distribusi soal dari SMPN 34 Kure Sudjana mengatakan, dengan latihan soal persiapan ini MGMP berupaya agar sekolah juga dapat menganalisis kekurangan pengajaran matematika. “Siswa juga diharapkan tidak hanya mengandalkan latihan soal di sekolah,” ujar Kure.

Diupload oleh : MB75 (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 06-02-2009 08:23

Oleh: Bambang Sudrajat | 13 Februari 2009

KEGIATAN MGMP

Implementasi program MGMP Matematika SMP kota Bandung, beberapa bulan yang lalu telah mengadakan studi banding ke P4TK Matematika jogjakarta dalam rangka menambah wawawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kompetensi Sumber daya manusia (SDM) Tenaga Pendidik khususnya yang tergabung dalam kepengurusan MGMP.

Studi banding Pengurus MGMP

Studi banding Pengurus MGMP

Oleh: Bambang Sudrajat | 12 Februari 2009

Proposal Kegiatan MGMP

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puji serta syukur atas selesainya Proposal Kegiatan ini yang bertema : Melalui Lesson Study, Classroom Action Research dan Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Matematika SMP Kita Tingkatkan Kinerja Guru Matematika SMP di Kota Bandung.

Keberhasilan implementasi rencana program kegiatan MGMP ini akan terletak pada komitmen Pengurus atau Pelaksana Kegiatan, Dinas Pendidikan Kota Bandung, ketersediaan dana (biaya), inpra struktur dan support lainnya dari berbagai pihak terkait lainnya.

Semoga proposal ini dapat dijadikan bahan kajian, dasar pijakan dan masukan oleh pihak-pihak terkait (Pemerintah Kota, LPMP, Perusahaan-perusahaan tertentu) untuk berkenan mengabulkan permohonan kami khususnya dalam upaya penggalangan Dana Bantuan, misalnya berupa Block Grant dan lainnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak terkait yang telah berupaya mewujudkan proposal rencana kegiatan sampai ke tahap implementasi. Akhir kata kami berharap ada saran (masukan) yang positif dari berbagai pihak, demi kelancaran dan suksesnya kegiatan ini mulai tahap persiapan sampai ke tahap implementasinya kelak, amin.

Bandung, Januari 2009

MGMP matematika SMP

Kota Bandung

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kecepatan perkembangan teknologi dan era global yang semakin gencar hingga ke sudut terjauh dalam   kehidupan kita, telah memaksa semua elemen yang terkait dengan pendidikan untuk berbuat sesuatu yang akan mampu mengubah kondisi yang ada menuju kesiapan semua pihak. Menyikapi perkembangan sektor pendidikan saat ini, khususnya di Kota Bandung, diperlukan cara pandang baru dalam mengelola dan mengembangkannya. Karena itu saat ini di dunia pendidikan diperlukan Menejer, Guru dan Tenaga Admnistratif yang mobile, kreatif, inovatif dan amanah.

Peningkatan mutu pendidikan di Kota Bandung, Jawa Barat, telah banyak dilakukan, antara lain : ToT (Training of Trainer) bagi pengelola pendidikan (Guru, TU, Kepala Sekolah, Pengawas/Pembina), pengadaan infrastruktur, pelatihan manajemen sekolah (MBS). Kondisi tersebut ternyata belum berdampak secara optimal terhadap mutu proses dan mutu hasil pembelajaran. Hal ini dapat terlihat dari salah satu parameter kualitas out put berupa nilai rata-rata ujian nasional dari masing-masing wilayah/daerah diKota Bandung belum merata. Selain itu, kkhusus untukmata pelajaran Matematika, rata-rata nilai ujian nasional di Kota Bandung, Jawa Barat masih rendah.

Kondisi tersebut di atas, mungkin diakibatkan belum meratanya ilmu yang didapatkan dari hasil pelatihan-pelatihan, karena tahap desiminasi dan implementasi hasil pelatihan belum optimal sampai ke tingkat sekolah. Terjadi stagnasi (kemandegan). Sebab lainnya, mungkin karena tidak adanya daya juang peserta pelatihan untuk melaksanakan desiminasi dan implementasi hasil pelatihannya, sehingga mereka kembali kepada kebiasaan lamanya, resisten terhadap perubahan yang ada, alhasil back to basic.

Dengan memperhatikan permasalahan tersebut di atas, maka MGMP Matematika SMP Kota Bandung mencoba untuk berbuat dengan mengusung opini upaya peningkatan Kinerja Guru Matematika SMP di Kota Bandung. Adapun jenis kegiatan yang dipandang akan mampu meningkatkan kinerja guru Matemtika SMP berupa: Lesson Study, Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas) dan Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Matematika SMP.

B. Tujuan yang Ingin Dicapai

1. Memberikan wahana bagi Guru Matematika SMP di Kota Bandung untuk meningkatkan Performance mengajar melalui pelaksanaan Lesson Study secara berkelanjutan;

2. Memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada Guru Matematika SMP dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK);

3. Melatih guru untuk meningkatkan kecakapan dalam melaksanakan evaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga diperoleh standar yang jelas dan valid;

C. C. Sasaran Kegiata

Yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah Guru-guru matematika SMP Negeri/Swasta di Kota Bandung.

D. Hasil yang Diharapkan

1. Meningkatnya performance Guru Matametika SMP dalam melaksanakan pembelajaran;

2. Meningkatnya kemampuan Guru Matematika SMP dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas;.

3. Meningkatnya kemampuan Guru Matematika SMP dalammengevaluasi pembelajarannya;

4. Tersedianya alat evaluasi pembelajaran Matematika berbasis Kompetensi Dasar yang homogen dan valid;

E. Manfaat Kegiatan

1. Meningkatkan kualitas pembelajaran Guru-guru Matematika SMP di Kota Bandung;

2. Meningkatkan kemampuan Guru-guru Matematika SMP di Kota Bandung dalam melaksanakan PTK;

3. Mampu melaksanakan penilaian terhadap pembelajaran dengan baik dan benar;

4. Terciptanya jaringan kerjasama antar Guru Matematika SMP di Kota Bandung;


BAB II

DESKRIPSI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

MGMP MATEMATIKA SMP KOTA BANDUNG 2 TAHUN TERAKHIR

NO

KOMPETENSI

LINGKUP MATERI

SASARAN

ALOKASI WAKTU

TEMPAT

A.

TAHUN 2007-2008

1.

Seminar sertifikasi guru dan Standar Kompetensi lulusan UN 2007

Memahami instrument sertifikasi guru

Memahami dan menyingkapi standar kompetensi lulusan UN

Guru Matematika SMP kota Bandung Negeri dan swasta

31 Januari 2007

Aula Penerbit Erlangga

2.

Pembuatan dan penyebaran master soal Matematika SMP untuk latihan ujian

Mempersiapkan

Siswa dalam menghadapi UN

Sekolah SMP Negeri dan Swasta di Kota Bandung yang akan mempersiapkan siswanya menghadapi UN

4 April 2007

SMP Negeri 2 Kota Bandung

3.

Pelatihan (workshop) Implementasi KTSP

Memberikan pemahaman dan ketrampilan guru-guru tentang cara pemecahan masalah terhadap materi yang dianggap sulit bagi siswa dan guru, implementasi PP 19 tahun 2005, pengembangan profesi melalui cara membuat RPP dan instrument evaluasi, model pembelajaran (lesson study)

Guru-guru matematika SMP Negeri dan Swasta di Kota Bandung

5-6 September 2007

SMP Negeri 2 Kota Bandung

NO

KOMPETENSI

LINGKUP MATERI

SASARAN

ALOKASI WAKTU

TEMPAT

B.

TAHUN 2008-2009

1.

Pembuatan dan penyebaran master soal-soal latihan UN Matematika SMP

Mempersiapkan guru dan

Siswa dalam menghadapi UN

Sekolah SMP Negeri dan Swasta di Kota Bandung yang akan mempersiapkan siswanya menghadapi UN

1 April 2008

SMP Negeri 2 Bandung

2.

Kunjungan (Studi Banding) ke Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Jogjakarta dan ke SMP Negeri 5 Jogjakarta

Kunjungan (Studi Banding) ke Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Jogjakarta dan ke SMP Negeri 5 Jogjakarta

Seluruh Penanggung jawab dan Penggurus MGMP Matematika SMP Kota Bandung

4 – 6 Agustus 2008

P4TK Jogjakarta dan SMP Negeri 5 Jogjakarta

3.

Pelatihan (workshop) perencanaan pembelajaran dan open lesson model pembelajaran berbasis masalah

Menambah wawasan dan keilmuan dalam pembuatan dan penerapan model pembelajaran berbasis masalah

Guru-guru matematika yang tergabung dalam kepengurusan MGMP Matematika kota Bandung

Oktober – Nopember 2008

UPI dan beberapa sekolah di kota Bandung (SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 30, SMPN 31)

4.

Pembuatan dan penyebaran master soal-soal latihan UN Matematika SMP

Mempersiapkan guru dan

Siswa dalam menghadapi UN

Sekolah SMP Negeri dan Swasta di Kota Bandung yang akan mempersiapkan siswanya menghadapi UN

14 – 20 Januari 2009

SMP Negeri 2 Bandung

BAB III

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

MGMP SMP MATEMATIKA KOTA BANDUNG

TAHUN 2009

NO

JENIS PROGRAM/KEGIATAN

RENCANA BIAYA (Rp)

JADWAL PELAKSANAAN

KETERANGAN

1.

LESSON STUDY

3.500.000,00

28 Januari 2009 s.d. 11 Maret 2009 ( 7 kali Pertemuan)

Setiap hari rabu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan s.d. laporan.

2.

CLASSROOM ACTION RESEARCH/PTK

3.500.000,00

Bersamaan waktunya dengan lesson study

Kelompok lesson study sekaligus menyusun bahan PTK.

3

SEMINAR LESSON STUDY DAN PTK SERTA WORKSHOP PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN

8.000.000,00

25 Maret 2009

Sekaligus pemilihan pengurus MGMP periode 2009-2011

JUMLAH PEMBIAYAAN

15.000.000,00


BAB IV

PENUTUP

Setiap program kegiatan yang telah dirancang oleh MGMP, biasanya pada tahap realisasi kurang optimal. Hal ini diakibatkan salah satu factor penyebab yang sangat dominan, yaitu : “ biaya “ ( dana ). Biarpun argumentasi tersebut tersa klasik, tapi itulah realitasnya yang terjadi selama ini !

Melalui Dana Block Grant Revitalisasi MGMP yang ditawarkan oleh LPMP, mudah-mudahan dapat menjadi stimulus bagi keberadaan MGMP untuk senantiasa eksis di dalam kinerja pengembangan program professional guru. Sehingga pada gilirannya, kualitas pembelajaran dan hasilnya mengalami peningkatan.

Mudah-mudahan proposal ini dapat dijadikan bahan kajian, pertimbangan dan dasar kebijakan oleh pihak yang terkait untuk dapat merealisasikan / meluluskan permohonan Dana Block Grant Revitalisasi bagi MGMP Matematika SMP Kota Bandung.

Akhir kata, “ tak ada gading yang tak retak “ , maka segala tegur sapa yang konstruktif demi penyempurnaan proposal dan program kegiatan sangat kami nantikan. Semoga melalui Dana Block Grant Revitalisasi MGMP ini, MGMP Matematika SMP Kota Bandung dapat memberikan andil untuk peningkatan mutu proses dan mutu hasil pembejaran. Semoga !

Oleh: Bambang Sudrajat | 9 Februari 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.